Pemkot Makassar Cegah Penyebaran Covid-19

MAKASSAR – Perang melawan penyebaran Virus Covid-19 terus dimassifkan. Pemerintah, baik pusat maupun daerah bersatu padu, mengambil langkah-langkah strategis untuk mencegah penyebaran Covid-19 ini secara meluas, di antaranya dengan social distancing, yakni dengan berusaha menjaga jarak, mengurangi kontak fisik serta menghindari kerumunan. Bahkan melalui tagar #dirumahaja pun digaungkan, yang tujuannya mengajak masyarakat untuk lebih baik berdiam diri di rumah saja, sementara waktu dan keluar rumah hanya dalam kondisi yang urgen.

Terkait dengan pelaksanaan kegiatan ibadah, Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb meminta kepada seluruh umat Islam di Kota Makassar, untuk sementara waktu menghentikan kegiatan ibadah shalat Jumat dan menggantinya dengan shalat Dhuhur di rumah.

Imbauan ini diserukan Iqbal menyusul keluarnya imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel dan juga surat edaran Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah. “Kita minta agar shalat Jumat hari ini dan juga pekan depan untuk sementara ditiadakan dan diganti dengan shalat Dhuhur di rumah,” ujar Iqbal, Jumat (20/3/2020), sebagaimana dilansir dari @humas_makassar, akun instagram resmi Humas Pemkot Makassar.

Lanjut Iqbal, pihaknya sudah memerintahkan seluruh camat dan lurah untuk mensosialisasikan imbauan ini kepada ketua-ketua RW dan RT, untuk disebarluaskan ke seluruh saudara muslim di Makassar.

Surat edaran Gubernur Sulsel tertanggal 20 Maret 2020, menyampaikan imbauan untuk sementara waktu pelaksanaan Shalat Jumat di masjid-masjid ditiadakan pelaksanaannya selama dua minggu (Jumat 20 Maret dan 27 Maret 2020). Pelaksanaan Shalat Jumat diganti dengan Shalat Dhuhur yang dilaksanakan di rumah masing-masing.

Sementara itu, untuk pelaksanaan ibadah bagi Umat Nasrani, Hindu, Budha, dan Konghucu secara tatap muka dapat diganti dengan teknologi digital dan media sosial selama dua minggu ke depan.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel telah mengeluarkan surat imbauan, tertanggal 19 Maret 2020, yang isinya meminta peniadaan pelaksanaan Shalat Jumat selama dua pekan dan diganti dengan Shalat Dhuhur di rumah menyusul masuknya Sulsel ke dalam kategori daerah pandemi Corona.

“Menyusul adanya masyarakat kita yang dinyatakan positif terpapar Covid-19, maka kewaspadaan kita harus betul-betul di tingkatkan. Kedisiplinan kita dalam menerapkan Social Distancing sangat menentukan keberhasilan kita melawan penyebaran virus ini. Olehnya itu, kami minta masyarakat untuk betul-betul berdiam diri di rumah melakukan self isolation, dan hanya beraktifitas di luar rumah jika sifatnya urgen,” ujar Iqbal. (Hms)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *