Iksan Iskandar Paparkan Potensi Jeneponto di Hadapan Kedubes Kanada

JENEPONTO – Duta Besar Kanada untuk Indonesia, Cameron MacKay didampingi sejumlah staf Kedutaan melakukan kunjungan kerja ke Jeneponto, Selasa (10/03/2020). Dubes Kanada tersebut diterima oleh Bupati Jeneponto, Wabup, unsur Forkopimda, Pimpinan OPD, Pimpinan BUMN/Perbankan, Swasta dan jajaran Aparatur Pemkab Jeneponto.

Dalam sambutannya, Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih dan selamat datang kepada Mr. Cameron MacKay dan rombongan. “Kebersamaan ini merupakan kebahagiaan tersendiri bagi kami, karena kami yakin atas kehadiran Bapak/Ibu sekalian, khususnya Bapak Dubes akan semakin menguatkan sinergi, dalam membangun kerja sama demi kemajuan pembangunan dan pengembangan daya saing daerah kami,” ujar Bupati.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa Jeneponto memiliki luas wilayah 801 Km2, yang terdiri atas 11 Kecamatan dan 113 Desa/Kelurahan.  Secara geografis memiliki keunggulan yang komparatif karena terbagi atas tiga cluster wilayah, yakni wilayah pesisir, wilayah dataran rendah dan wilayah pegunungan.  Di pesisir, terbentang laut dengan panjang garis pantai mencapai 114  kilometer. “Garis pantai yang cukup panjang ini, mempunyai potensi produksi perikanan, kelautan, budi daya rumput laut dan industri garam,” jelasnya.

Bupati menjelaskan bahwa sesuai data di tahun 2019, rata-rata produksi perikanan tangkap mencapai 17.058,10  ton. Sedangkan budi daya rumput laut mencapai 18.693,50 ton. Bahan baku rumput laut ini memiliki prospek untuk diolah menjadi makanan jadi. Untuk industri garam dengan potensi areal penggaraman sekitar 979,1 Ha, mencapai produksi 71.956,32 ton.

“Tentunya kami terus sangat mengharapkan dukungan dan bantuan dari Kedubes Kanada dalam upaya peningkatan produksi terhadap berbagai komoditi ini termasuk  daya saing dan sistem pemasaran yang lebih baik lagi,” harapnya.

Iksan Iskandar menjelaskan pula tentang potensi di wilayah dataran rendah. “Kami memiliki potensi areal persawahan yang luas, pertanian, peternakan,  industri, energi dan potensi lainnya. Saat ini sementara tahap pembangunan bendungan Kareloe yang diharapkan akan menjadi sumber pengairan di seluruh areal pertanian yang ada di daerah ini, yang luas lahan tanam untuk padi seluas 22.959 ha dan jagung 60.153 ha. Di wilayah pegunungan, Jeneponto punya potensi perkebunan, kopi, coklat, hortikultura dan tanaman pangan lainnya,” tambahnya.

Lebih lanjut dijelaskannya bahwa di sektor industri dan energi terbarukan, selain telah terbangunnya PLTU Punagaya sebagai penyuplai sumber daya listrik terbesar di Sulawesi Selatan, daerah ini juga memiliki potensi udara, dengan didirikannya Pembangkit Listrik Tenaga Bayu dan saat ini akan dikembangkan PLTB Tolo II.

PLTB ini semakin menguatkan berbagai upaya pengelolaan potensi yang dimiliki, termasuk bagaimana PLTB ini memiliki dampak yang multiplayer bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. PLTB memiliki visi yang sangat menjanjikan, tidak hanya sebagai sumber tenaga listrik akan tetapi juga dapat memacu gerak perekonomian rakyat dan menjadi obyek wisata yang prospektif.

Kehadiran berbagai sektor industri tersebut tentunya ikut pula membuka lapangan kerja dan penguatan terhadap usaha mikro kecil menengah, termasuk pengembangan sektor koperasi dan kesetaraan gender.

Pembangunan sektor lingkungan hidup seperti penataan kota dan pengelolaan sampah plastik serta pengembangan pariwisata juga terus dilakukan. Berbagai potensi obyek wisata masih perlu diolah dan dikembangkan secara baik.

Selain kami memiliki berbagai potensi wisata alam yang patut didestinasi, terdapat pula wisata kuliner yang sangat khas yakni coto kuda dan konro kuda.

“Masih banyak hal yang harus kami kerjakan, karena itu, kami senantiasa sangat mengharapkan dukungan dan bantuan dari Bapak Dubes dan jajaran, agar berbagai potensi yang kami miliki ini dapat dikelola dan dikembangkan lebih optimal lagi demi peningkatan kesejahteraan masyarakat Jeneponto,” pinta Bupati.

Sementara itu, Cameron MacKay sangat antusias atas potensi yang dimiliki Jeneponto. “Kehadiran kami di daerah ini adalah untuk mendapatkan informasi dan pemahaman yang lebih baik dan mencari peluang bagi Kanada untuk memiliki peran dalam pengembangan dan pembangunan daerah di Sulawesi Selatan, khususnya Jeneponto,” ungkapnya.

Pasca acara seremonial dilanjutkan dengan peninjauan ke lokasi PLTB Tolo 1 dan berbagai obyek lainnya yang ada di Jeneponto. (Humas Pemkab Jeneponto)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *